TANYA JAWAB TENTANG HAJI DAN UMRAH [BAG. I]

Posted on Posted in Artikel

Ditulis: Arif Abuhasan

1. TANYA: Wahai syaikh, kami mempunyai keinginan dan azam yang kuat – insya Allah – untuk menunaikan Haji dan Umrah, dan kami ingin belajar dulu dan bertanya kepada anda tentang hal berkaitan dengannya, untuk melaksanakan perintah Allah ta’ala:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (an-Nahl: 43)

Wahai syaikh apa keutamaan haji dan umrah?
SYAIKH: Ahlan wa sahlan bikum (selamat datang kami ucapkan kepada kalian).

Tentang keutamaan haji dan umrah, Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah menyebutkan keutamaannya, pertama:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Umrah yang satu hingga umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR Muslim 3276)
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ

menunjukkan dianjurkannya memperbanyak umrah

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ

Haji mabrur maknanya adalah haji yang tidak tercampur dengan dosa. Atau haji yang diterima Allah, dan tanda diterimanya ibadah haji adalah keadaannya (amalannya, perilakunya) lebih baik dari sebelumnya, dan tidak melakukan kebiasaan dosanya. (Syarah shahih Muslim an-Nawawi)

Kedua,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ أَتَى هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi rumah ini (Ka’bah) dan tidak berbuat ar-Rofats dan kefasikan, maka dia kembali seperti saat dilahirkan ibunya (bersih tanpa dosa). (HR Muslim 3278)

فَلَمْ يَرْفُثْ

Ar-Rofats adalah ucapan-ucapan yang keji, atau bersetubuh, atau ucapan yang membuat gairah bersetubuh.
وَلَمْ يَفْسُقْ

Tidak berbuat kefasikan artinya tidak berbuat maksiat. (Syarah shahih Muslim, an-Nawawi)
Ketiga,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ: “تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةُ.”

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahuanhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah berturut-turut antara haji dan umrah, karena kedua amalan itu akan meniadakan kefakiran dan dosa-dosa, sebagaimana alat peniup api tukang besi dapat menghilangkan hal-hal yang jelek pada besi, emas dan perak, dan tidak ada pahala (yang pantas) bagi haji mabrur melainkan surga.”(HR Tirmidzi 810)

فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ

Karena kedua amalan itu akan meniadakan kefakiran, bisa dimungkinkan kefakiran disini adalah hilangnya kefakiran zohir yaitu mendapatkan harta, maupun kefakiran batin yaitu mendapatkan kekayaan batin. (Tuhfah al-Ahwazi syarah Sunan at-Tirmizi)
Keempat,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” الْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ ، وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ ” .

Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhuma, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang yang berperang di jalan Allah, dan orang yang haji dan umrah adalah wafdullah (delegasi Allah). Allah memanggil mereka, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya, dan mereka berdoa meminta kepada Allah, lalu Dia mengabulkan doa mereka.” (HR Ibnu Majah 2893)
وَفْدُ اللَّهِ

Makna al-Wafdu adalah kaum yang berkumpul ingin bepergian ke suatu negeri untuk berkunjung, demikian pula kaum yang bepergian ingin bertemu para penguasa (delegasi) disebut al-wafdu. Dan makna disini adalah kaum yang bepergian dengan tujuan bertaqorrub (mendekatkan diri) pada Allah ta’ala.
Surabaya, Ahad 9 Juli 2017/15 Syawwal 1438 H

Bersambung insya Allah…