TANYA JAWAB TENTANG HAJI DAN UMRAH [BAG. IV]

Posted on Posted in Artikel

Ditulis: Arif Abuhasan
TANYA: Wahai syaikh, mungkin bisa lebih menjelaskan lagi, gambaran awal haji tamattu ini, apa yang dilakukan sebelum tanggal 8 Dzulhijjah?

SYAIKH:

Haji tamattu’ adalah seseorang memulai hajinya dengan melaksanakan umrah saja, di bulan-bulan haji, yaitu bulan Syawwal, Dzul Qo’dah hingga sepuluh hari awal bulan Dzul hijjah (bulan ke10,11 dan 12 Qamariyah). Sesampai di Mekkah dia melaksankan tawaf dan sai serta memendekkan rambut seluruhnya atau menggundulnya (jika sampainya di Mekkah mendekati tanggal 8 Dzulhijjah lebih utama memendekkan dan tidak menggundul, karena setelah menyelesaikan ibadah haji akan bertahallul dengan menggundul atau mencukur rambutnya lagi). Setelah itu halal baginya segala hal yang dilarang saat umrah, yaitu boleh berpakaian biasa, menggunakan wewangian. Dan wajib baginya menyembelih al-Hadyu (kurban untuk pelaksanaan haji tamattu’).

Jamaah haji dari Indonesia, kebanyakan melaksanakan haji tamattu’. Mereka datang ke tanah suci, kira-kira 1 bulan sebelumnya atau lebih hingga terakhir tanggal 4 Dzulhijjah (yang terakhir ini biasanya tamu undangan kerajaan Saudi Arabia).

Ada yang menuju ke kota Madinah terlebih dahulu (kurang lebih 450 Km dari Mekkah), ada yang langsung menuju kota Jeddah (jaraknya sekitar 80 km ke kota Mekkah).

Bagi yang singgah terlebih dahulu di kota Madinah maka dia memulai ihram (yaitu berniat memasuki ibadah umrah atau haji sambil mengenakan pakaian ihram bagi lelaki dan adapun wanita menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan tapak tangan), di tempat yang bernama Dzulhulaifah (atau Abyar Ali). Bagi yang berniat melakukan haji tamattu mengucapkan Labbaik Allohumma Umrotan” atau “Labbaik Allahumma umrotan mutamatti-an biha ilal hajji”, jika berniat menunaikan haji Qiron mengucapkan “Labbaik Allahumma Umrotan fi Hajjatin”, jika berniat menunaikan haji Ifrod mengucapkan “Labbaik Allahumma Hajjan”.

Adapun jamaah haji yang langsung ke Jeddah, maka sebelum turun dari pesawat sekitar 30 menit awak pesawat akan memberitahu bahwa pesawat akan melintasi salah satu miqot makani yaitu Yalamlam yang merupakan batas bagi jamaah umrah atau haji dari Indonesia yang turun di Jeddah, untuk berihram. Maka jamaah haji yang turun di Jeddah, berihram di dalam pesawat saat melintasi miqot.

Saat memulai ibadah haji tamattu’ jamaah mengucapkan Labbaik Allohumma Umrotan, atau “Labbaik Allahumma umrotan mutamatti-an biha ilal hajji” , bagi lelaki mengenakan pakaian Ihram (perhatikan istilah ihram dan mengenaikan pakaian ihram, ihram artinya niat memasuki manasik umroh atau haji dengan mengucapkan Labbaik Allahumma umrotan, atau Labbaik Allohumma hajjan, adapun pakaian ihram adalah sarung dan selendang tidak berjahit (yaitu berupa lembaran kain, tidak dijahit ujungnya dengan ujungnya lainnya), sedangkan wanita menutup seluruh tubuhnya dengan pakaian (hijab) yang sesuai syariat agama Islam (boleh warna apa saja namun tidak boleh mengenakan pakaian yang tipis, dan ketat atau menimbulkan fitnah bagi jamaah lelaki).

Sesampai di Baitullah, segera melaksanakan tawaf (mengelilingi Ka’bah) tujuh putaran, dan Sai tujuh putaran (lihat amalan-amalan tuntunan umroh).

Setelah itu bertahallul (mengakhiri manasik umrah ini) dengan memendekkan rambut atau menggundul rambut (bagi lelaki) adapun wanita memotong rambut bagian belakang seukuran ujung jari. Setelah itu halal baginya untuk mengganti baju ihram dengan baju biasa, dan boleh memakai mewangian. (Inilah mengapa dinamakan haji tamattu, karena disela-sela umrah dan haji, jamaah bertamattu/bersenang-senang boleh melakukan hal yang dilarang saat ihram hingga tanggal 8 Dzulhijjah saat berihram untuk haji).

Kemudian menanti sampai tangggal 8 Dzulhijjah, dan setelah masuk tanggal 8 Dzulhijjah dia berihram mengucapkan Labbaik Hajjan, dengan kembali mengenakan pakaian ihram (bagi lelaki). Lalu melanjutkan manasik haji berikutnya (lihat tata cara/manasik haji dari tanggal 8 Dzulhijjah hingga selesai).

Inilah gambaran awal secara ringkas apa itu haji tamattu.
Surabaya,
Ahad, 23 Juli 2017/28 Syawwal 1432 H
Bersambung insya Allah…