TANYA JAWAB TENTANG HAJI DAN UMRAH [BAG. III]

Posted on Posted in Artikel

Ditulis: Arif Abuhasan

TANYA: Wahai syaikh, kami mendengar, istilah haji tamattu’, haji qiron, dan haji ifrod. Apakah makna ketiganya?

SYAIKH:

1. Haji tamattu adalah seseorang memulai hajinya dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu di bulan-bulan haji (Syawwal, Dzul Qo’dah, 10 hari awal Dzul Hijjah), saat ihram mengucapkan Labbaik Allahumma Umratan atau “Labbaik Allahumma umrotan mutamatti-an biha ilal hajji, lalu tawaf di Ka’bah (tawaf Umroh), dan melakukan Sa-i. Setelah itu memendekkan seluruh rambutnya atau menggundulnya. Kemudian bertahallul (yaitu bebas dari hal-hal larangan umrah/boleh mengenakan baju dan mewangian). Setelah itu menetap di Mekkah.

Dan jika tanggal menunjukkan 8 Dzulhijjah, dia kembali ihram/berniat untuk menunaikan haji (mengucapkan Labbaik Allahumma Hajjan). Jadi Haji tamattu’ ini mengumpulkan antara Haji dan Umrah dalam satu perjalanan. Haji Tamattu ini wajib menyembelih “al-Hadyu” (kurban di al-Haram). Jadi haji tamattu ini, melaksanakan umrah terlebih dahulu seperti yang kita lakukan di luar bulan-bulan haji. Hanya saja kalau haji tamattu’ ini umrohnya dilakukan di bulan-bulan haji. Baru tanggal 8 Dzulhijjah memulai menyelesaikan manasik haji.

2. Haji Ifrod adalah, seseorang menunaikan haji saja (mengucapkan saat ihram, “Labbaik Allahumma Hajjan”), saat tiba di Ka’bah dia melakukan tawaf (tawaf Qudum), lalu menunaikan Sa-i (Sai untuk haji), setelah selesai tawaf dan sai, dia tetap berihram (tetap dalam keadaan meniatkan haji dan memakai baju ihram) hingga hari Raya Qurban. Dan boleh baginya mengakhirkan Sa-inya pada saat dia telah melaksanakan tawaf Ifadhoh. Haji ifrod tidak menyembelih kurban.

3. Haji Qiron adalah seorang melaksanakan umrah dan haji bersama-sama (mengucapkan saat ihram, “Labbaik Allahumma Umrotan fi Hajjatin”). Haji Qiron ini pelaksanaannya sama dengan haji Ifrod, hanya saja wajib bagi seorang yang menunaikan haji Qiron untuk menyembelih kurban.

Gambaran pelaksanaannya sebagai berikut:

Haji Tamattu:

 Ihram dari miqot (Mengucapkan “Labbaik Allahumma Umratan” atau “Labbaik Allahumma umrotan mutamatti-an biha ilal hajji” )
 Tawaf Umroh
 Sa-i Umroh
 Memendekkan rambut atau menggundulnya
 Halal baginya segala larangan
 Berihram untuk Haji tanggal 8 Dzulhijjah (mengucapkan Labbaik Allahumma Hajjan) dan pergi ke Mina setelah terbit matahari. Dan shalat Dzuhur, ashar, magrib dan subuh di Mina (Qoshor tidak di jama’).
 Meneruskan manasik hajinya

Haji Ifrod :

 Ihram dari miqot (mengucapkan “Labbaik Allahumma Hajjan”)
 Tawaf Qudum
 Sa-i Haji
 Tetap berihram dan menjauhi larangan
 Disunnahkan pergi ke Mina setelah terbit matahari tanggal 8 Dzulhijjah dan shalat Dzuhur, ashar, magrib dan subuh di Mina (Qoshor tidak di jama’).
 Meneruskan manasik hajinya

Haji Qiron :

 Ihram dari miqot (mengucapkan “Labbaik Allahumma Umrotan fi Hajjatin”)
 Tawaf Qudum
 Sa-i Haji
 Tetap berihram dan menjauhi larangan
 Disunnahkan pergi ke Mina setelah terbit matahari tanggal 8 Dzulhijjah dan shalat Dzuhur, ashar, magrib dan subuh di Mina (Qoshor tidak di jama’).
 Meneruskan manasik hajinya

Sumber penulisan disertai perubahan dari kitab:
التحقيق والإيضاح لكثير من مسائل الحج والعمرة، تأليف عبد العزيز بن عبد الله بن باز

المنهج لمريد العمرة والحج، تأليف محمد بن صالح العثيمين

التسهيل لأحكام الحج والعمرة بطريقة السؤال والجواب، تأليف حمد بن عبد الله بن عبد العزيز الحمد

هداية السالك لأوضح المناسك، تأليف محمد بن موسى آل نصر

زاد الحجيج، تأليف فخر الدين بن الزبير بن علي المحسي

Surabaya,
Ahad, 23 Juli 2017/28 Syawwal 1432 H
Bersambung insya Allah…