TANYA JAWAB TENTANG HAJI DAN UMRAH [BAG. II]

Posted on Posted in Artikel

Ditulis: Arif Abuhasan

TANYA: Wahai syaikh, apa saja rukun haji?

SYAIKH: Rukun haji ada 4, yaitu:

1. Ihram, maknanya seorang muslim berniat memasuki manasik (tata cara) ibadah haji, berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

“ Dan tidaklah mereka diperintah melainkan agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS al-Bayyinah:5)

Dan hadits hadits Nabi:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niat-niatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)
2. Wuquf (berdiam) di Arafah. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

الوُقُوْفُ بِعَرَفَة

“Haji adalah Arafah” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, an-Nasai)

3. Tawaf al-Ifadhoh, berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS al-Hajj:29)

4. Sai antara Sofa dan Marwa, berdasarkan Sabda Nabi:

اسْعَوْا فَإِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ السَّعْيَ

“Lakukanlah sai karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sai.” (HR Ahmad)

Sumber:
زاد الحجيج، تأليف فخر الدين بن الزبير بن علي المحسي

Surabaya, Jumat 21 Juli 2017/26 Syawwal 1438 H

Bersambung insya Allah…